Jumat, 13 November 2015



Penulis bersama Buya Syakur di Cadang Pinggan Indramayu (Ndalem Buya Syakur)


KH. Abdul Syakur Yasin, MA. (Kanan, hehe) beliau adalah alumni Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon, yakni Asuhan Almaghfurlah KH. Amin Sepuh dan Almaghfurlah KH. Muhammad Sanusi.

KH. Abdul Syakur Yasin, MA. merupakan tokoh cendikiawan muslim Indonesia yang dijuluki oleh Gus Dus sebagai seorang intelektual yang memiliki pemikiran ultra-rasional, karena dari pemikiran-pemikirannya yang sarat akan kritik kepada pemikiran agama yang konservatif dan keumuman orang berfikir telah Gus Dur kenal sejak lama. Gus Dur mengatakan: "Pak Syakur itu, beliau sangat rasional sekali, kenapa? karena beliau mampu memadukan dua permasalahan dan dari kedua masalah tersebut beliau mengambil kesimpulan dengan sangat tepat" itu juga kata Gus dur. (Kurang lebih; papar Buya Syakur -sapaan akrab beliau- dalam pengajiannya dalam satu kesempatan).

Bahkan semasa hidupnya, konon Gus Dur pernah bercerita kepada para mahasiswa beliau. Bawha; "hanya ada tiga orang cendikiawan muslim di Indonesia ini, pertama pak Nurkholis Madjid, kedua pak Quraish Shihab dan yang ketiga pak Syakur. Namun, kalian tak mungkin tahu siapa pak Syakur itu. Karena hidup beliau dikampung terpencil nun jauh disana" demikian kenang Buya Syakur, menceritakan cerita Gus Dur kepada para mahasiswanya.

Buya Syakur, yang sering dikaitkan dengan pemikiran kontroversialnya karena seringkali pemikirannya tak sejalur dengan pemahaman keumuman para Kyai, namun inilah pemikiran beliau apa adanya. Beliau pun jarang sekali keluar sesekali ke permukaan publik dalam sekala nasional, beliau lebih suka berdiam ditempat terpencil nan jauh dari perkotaan, itulah sebabnya beliau kadang tak dikenal masyarakat Indonesia pada umumnya. Bahkan dalam satu pengajiannya beliau berucap "saya lebih suka mengaji di kampung, khususnya di lingkungan saya dilahirkan (Indramayu) karena saya memandang, selain memang kita harus mengembangkan tanah kelahiran dan lingkungan sendiri, di kampung  juga masyarakatnya lebih jujur dibandingkan di kota" demikian kurang lebih papar beliau disuatu pengajian.

Note; (Note diperbaharui tanggal 1 November 2020)
Bagi yang ingin mengikuti pengajian Buya Syakur secara offline dapat hadir langsung ke Pondok Pesantren Cadangpinggan - Desa Cadangpinggan - Kec. Kertasmaya - Kab. Indramayu - Jawa Barat

Jadwal pengajian rutin beliau;
Hari Kamis; Pengajian Ibu-ibu
Malam Jumat; Pengajian Kitab Tafsir
Malam Sabtu; Dzikir bersama di Majelis Tegalagung - Karangampel - Indramayu).
Malam Senin; Pengajian Kitab Tashawuf. 

***

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Facebook (Santri Buya Syakur), Instagram (Santri Buya Syakur) dan Channel Youtube (K.H. Buya Syakur Yasin) beliau. Terima Kasih. (IG: @manx_opie)

Know us

Our Team

Tags

Video of the Day

Contact us

Nama

Email *

Pesan *